Powered By Blogger

Kamis, 06 Oktober 2016

APA ITU IKHLAS?


🍓 IKHLAS 🍓

Sesuatu yang sulit namun harus kita lakukan di dalam kehidupan dan penghidupan di dunia ini adalah IKHLAS.

Ikhlas itu…
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu…
Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisi mu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu...
Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu…
Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu…
Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika tertinggal mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu…
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu…
Ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: (Artinya) "Dan mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. 98: 5)......


Kisah Seekor Gajah Yang Ditunggangi Oleh Abrahah

Artikel ini menceritakan tentang seekor gajah yang ditunggangi oleh Pemimpin Pasukan Habasyah (Abrahah). Kisah ini sangat unik untuk dibaca atau disimak.

Kejadian ini berawal di negeri Habasyah. Gajah ini hidup bebas di antara pohon pohon sehingga orang orang Habasyah menangkap gajah ini. Mereka melihat dia sebagai gajah yang sangat kuat sehingga mengajak gajah yang kuat itu bergabung dengan pasukan. Setelah dia bergabung dan berjalan bersama mereka ke Yaman untuk melaksanakan tugas.
Orang orang takut kepada gajah yang kuat perkasa itu, mereka gemetar ketika mendengar kedatangan dia kerena dia dikenal penyebar malapetaka di setiap tempat yang didatanginya. Apabila dia berjalan maka hancurlah segala sesuatu. Dengan kekuatan seperti itu maka penduduk Habasyah yakin kalau dapat menguasai negeri Yaman.
Abrahah membangun tempat ibadah dengan harapan menjadikan tempat tersebut yang paling besar di Mekkah yang didatangi manusia dari segala penjuru. Abrahah telah membangun tempat ibadah yang menyerupai Kabah yang sebenarnya. Akan tetapi orang orang tidak pernah mendatangi Kabah Abrahah dan tetap pergi ke Mekah.
Abrahah sangat marah melihat hal itu dan memutuskan untuk menghancurkan Kabah di Mekah agar orang orang tidak mendatangi Kabah selain yang dibangun oleh Abrahah.
Abrahah mempersiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang kota Mekah dan penduduknya. Dan dia (gajah) sebagai pemasok makanan bagi pasukan. Abrahah mengedarai gajah yang kuat itu dan berjalan paling depan.
Abrahah dan para tentaranya itu membicarakan kota Mekah dan penduduknya, tentang Kabah dan kisah kisahnya.
Yang membangun Kabah adalah Nabi Ibrahim a.s yang dibantu oleh putranya Nabi Ismail a.s. Mereka mengetahui bahwa Nabi Ibrahim a.s mempunyai banyak mujizat. Di antaranya adalah dia twlah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam kobaran api tapi sehelai ramput pun dia tidak terbakar.
Tentara Abrahah tahu bahwa penduduk Mekah takut ketika mendengar kedatangan dia (gajah) bersama pasukan Abrahah karena mereka tahu dan mendengar kekuatan dan kemampuan dia (gajah) yang dapat menghancurkan segala sesuatu yang ada di jalan.
Ketika mereka mendekati Kabah, tiba tiba mereka mendengar utusan dari Abdul Muththalib (pemerintah Mekah) mempunyai pesan yang membuat kami berpikir tentang makna dari pesan dia. Utusan itu berkata: "Baitullah dilindungi oleh Allah".
Dia (gajah) takut sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Abdul Muththalib, tiba tiba gajah itu tidak bisa berjalan. Dia seperti merasa lelah sekali. Bahkan semua pasukan Abrahah pun tidak dapat berjalan. Mereka tetap berdiri ditempatnya dan tidak bisa bergerak.
Tiba tiba terjadi sesuatu yang luar biasa. Burung burung yang menutupi langit sehingga menjadi gelap gulita. Itu adalah burung ababil yang melemparkan batu dari neraka Sijjil. Batu batu kecil berjatuhan menimpa orang orang durhaka yang bentuknya lebih kecil dari biji kacang. Pasukan Abrahah akhirnya dikalahkan. Dan dihari inilah Nabi Muhammad saw dilahirkan.

Firman Allah yang artinya:
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya merka itu sia sia? Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun daun yang dimakan (ulat)


Rabu, 05 Oktober 2016

SALAH SATU MENGENAL KEBESARAN ALLAH


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS.Al-Baqarah:164)
Ayat di atas adalah salah satu ayat yang menggambarkan hanya sebagian kecil fenomena yang di bumi. Di ujung ayat disebutkan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT, tentu saja bagi kaum yang memikirkannya. Di sini tersirat bahwa memikirkan alam merupakan salah satu cara mengenal kebesaran Allah SWT.
Memikirkan alam akan membawa kita kepada pemahaman bahwa apa yang ada dan apa yang terjadi di alam ini begitu kompleks dan rumit. Salah satu contoh kerumitan yang menakjubkan ialah munculnya berbagai tanaman yang berbeda dari tanah yang sama. Kemudian, ada juga perbedaan rasa dari buah, padahal ditanam pada tanah yang sama dan disiram dengan air yang sama.
<br>
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar Ra’d:4)<br>
<br>
<br>
Itu hanya sebagian contoh saja. Masih banyak fenomena lainnya yang menakjubkan, kompleks, dan rumit. Seperti perputaran bumi, cuaca, adanya dua kutub, salju, pegunungan, keadaan di perut bumi, laut, dan sebagainya yang tidak mungkin dituliskan semua dalam artikel ini. Namun dibalik semua ini, ternyata, Allah SWT menundukannya bagi kita.<br>
<br>
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Al Jaatsiyah:13)<br>
<br>
Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi. Suatu kemampuan yang luar biasa. Sudahkah Anda memanfaatkan kemampuan ini?<br>