Powered By Blogger

Kamis, 06 Oktober 2016

Kisah Seekor Gajah Yang Ditunggangi Oleh Abrahah

Artikel ini menceritakan tentang seekor gajah yang ditunggangi oleh Pemimpin Pasukan Habasyah (Abrahah). Kisah ini sangat unik untuk dibaca atau disimak.

Kejadian ini berawal di negeri Habasyah. Gajah ini hidup bebas di antara pohon pohon sehingga orang orang Habasyah menangkap gajah ini. Mereka melihat dia sebagai gajah yang sangat kuat sehingga mengajak gajah yang kuat itu bergabung dengan pasukan. Setelah dia bergabung dan berjalan bersama mereka ke Yaman untuk melaksanakan tugas.
Orang orang takut kepada gajah yang kuat perkasa itu, mereka gemetar ketika mendengar kedatangan dia kerena dia dikenal penyebar malapetaka di setiap tempat yang didatanginya. Apabila dia berjalan maka hancurlah segala sesuatu. Dengan kekuatan seperti itu maka penduduk Habasyah yakin kalau dapat menguasai negeri Yaman.
Abrahah membangun tempat ibadah dengan harapan menjadikan tempat tersebut yang paling besar di Mekkah yang didatangi manusia dari segala penjuru. Abrahah telah membangun tempat ibadah yang menyerupai Kabah yang sebenarnya. Akan tetapi orang orang tidak pernah mendatangi Kabah Abrahah dan tetap pergi ke Mekah.
Abrahah sangat marah melihat hal itu dan memutuskan untuk menghancurkan Kabah di Mekah agar orang orang tidak mendatangi Kabah selain yang dibangun oleh Abrahah.
Abrahah mempersiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang kota Mekah dan penduduknya. Dan dia (gajah) sebagai pemasok makanan bagi pasukan. Abrahah mengedarai gajah yang kuat itu dan berjalan paling depan.
Abrahah dan para tentaranya itu membicarakan kota Mekah dan penduduknya, tentang Kabah dan kisah kisahnya.
Yang membangun Kabah adalah Nabi Ibrahim a.s yang dibantu oleh putranya Nabi Ismail a.s. Mereka mengetahui bahwa Nabi Ibrahim a.s mempunyai banyak mujizat. Di antaranya adalah dia twlah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam kobaran api tapi sehelai ramput pun dia tidak terbakar.
Tentara Abrahah tahu bahwa penduduk Mekah takut ketika mendengar kedatangan dia (gajah) bersama pasukan Abrahah karena mereka tahu dan mendengar kekuatan dan kemampuan dia (gajah) yang dapat menghancurkan segala sesuatu yang ada di jalan.
Ketika mereka mendekati Kabah, tiba tiba mereka mendengar utusan dari Abdul Muththalib (pemerintah Mekah) mempunyai pesan yang membuat kami berpikir tentang makna dari pesan dia. Utusan itu berkata: "Baitullah dilindungi oleh Allah".
Dia (gajah) takut sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Abdul Muththalib, tiba tiba gajah itu tidak bisa berjalan. Dia seperti merasa lelah sekali. Bahkan semua pasukan Abrahah pun tidak dapat berjalan. Mereka tetap berdiri ditempatnya dan tidak bisa bergerak.
Tiba tiba terjadi sesuatu yang luar biasa. Burung burung yang menutupi langit sehingga menjadi gelap gulita. Itu adalah burung ababil yang melemparkan batu dari neraka Sijjil. Batu batu kecil berjatuhan menimpa orang orang durhaka yang bentuknya lebih kecil dari biji kacang. Pasukan Abrahah akhirnya dikalahkan. Dan dihari inilah Nabi Muhammad saw dilahirkan.

Firman Allah yang artinya:
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya merka itu sia sia? Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun daun yang dimakan (ulat)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar